Bersamaan dengan kunjungan sifu Martin ke SD N 07 Satai D yang merupakan pusat dari TIMWC Subah, maka dilaksanakan juga ujian kenaikan tingkat level Wingchun yang diikuti oleh 4 orang anggota sebagai berikut :
1. Natasha utusan SD N 01 Subah
2. Raju utusan SD N 06 Satai C
3. Desi Trilia Natalia utusan SD N 07 Satai D
4. Handika Prasetya utusan SD N 14 Trans Sabung
dengan penguji saudari KIKI yang merupakan juara dunia Form Wingchun di Hongkong. Dan keempat peserta ini berhasil dinyatakan lulus ke level pertama Wingchun.
Semoga ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan perkembangan Wingchun di Subah.
Kamis, 26 Juli 2018
KUNJUNGAN SIFU MARTIN KUSUMA KE SD N 07 SATAI D
Sifu Martin Kusuma sebagai Ketua Federasi Wingchun Indonesia berkesempatan mengunjungi SD N 07 Satai D Kecamatan Subah pada tanggal 26 Juli 2018 dan melihat secara langsung kegiatan ekstrakurikuler Wingchun di SD N 07 Satai D yang juga merupakan pusat dari TIMWC Subah.
Kunjungan yang pertama kali ini, beliau membawa serta Saudari KIKI yang merupakan juara wingchun dunia sebagai motivasi besar bagi para siswa untuk giat berlatih dan berprestasi. Sehingga diharapkan SD N 07 Satai D bisa semakin berkembang menjadi sekolah unggulan.
Dalam kesempatan ini dilaksanakan juga latihan gabungan dimana seluruh anggota Wingchun Subah dari SD N 06 Satai C, SD N 14 Trans Sabung dan SD N 1 Subah juga hadir. Sehingga banyak mendapatkan masukan yang berarti dari Sifu Martin Kusuma dan Saudari KIKI.
Semoga dilain waktu bisa dapat berkunjung lagi di SD N 07 Satai D
Kunjungan yang pertama kali ini, beliau membawa serta Saudari KIKI yang merupakan juara wingchun dunia sebagai motivasi besar bagi para siswa untuk giat berlatih dan berprestasi. Sehingga diharapkan SD N 07 Satai D bisa semakin berkembang menjadi sekolah unggulan.
Dalam kesempatan ini dilaksanakan juga latihan gabungan dimana seluruh anggota Wingchun Subah dari SD N 06 Satai C, SD N 14 Trans Sabung dan SD N 1 Subah juga hadir. Sehingga banyak mendapatkan masukan yang berarti dari Sifu Martin Kusuma dan Saudari KIKI.
Semoga dilain waktu bisa dapat berkunjung lagi di SD N 07 Satai D
KUNJUNGAN SIFU MARTIN KUSUMA KE SAMBAS
Pada tanggal 25 Juli 2018, Wingchun Sambas mendapatkan kunjungan dari Sifu Martin Kusuma untuk bersilahtuhrahmi dan melihat secara dekat perkembangan Wingchun di Kabupaten Sambas. Sehingga diharapkan perkembangan Wingchun akan terus naik dan berkembang.
Tentunya kunjungan ini tidak disia - siakan oleh Para anggota wingchun sambas untuk berlatih dan menimba ilmu dengan sebanyak - banyak dari tentang Wingchun dari Jalur asli Ip Man.
Diharapkan nanti akan semakin sering kunjungan ini sehingga dapat meningkatkan kwalitas tehnik wingchun di kabupaten Sambas.
Minggu, 11 Maret 2018
WINGCHUN BERBEDA DENGAN WUSHU
WING CHUN BELADIRI YANG BERDIRI SENDIRI & TIDAK BERNAUNG DI WUSHU
Wing chun adalah bela diri yang berbeda dengan wushu, adapun perbedaannya adalah sebagai berikut :
1. Induk Organisasi :
Wing chun,
- Ving Tsun Athletic Association ( VTAA ) didirikan oleh Gm Ip Man & murid2 nya tgl 24 Agustus 1967 di Hongkong dan sampai saat ini masih berpusat di Hongkong
Wushu,
- International Wushu Federation ( IWF ) didirikan oleh pemerintah Tiongkok tgl 3 Oktober 1990 di Beijing Tiongkok dan sampai saat ini masih berpusat di Beijing Tiongkok
Pada masa berdirinya organisasi induk wing chun ( VTAA ) tahun 1967 , Tiongkok masih tertutup bagi segala bentuk kungfu dan beladiri di haramkan bahkan di beranggus, hal ini di mulai sejak revolusi budaya atau kemenangan komunis atas nasionalis
Jadi secara organisasi VTAA lebih tua dan berpusat di Hongkong , yang pada masa itu merupakan negara dibawa persemakmuran Inggris , VTAA juga independen artinya tidak di bawah kontrol pemerintah.
2. Sistem & aturan keilmuan :
- VTAA merupakan organisasi sejenis ( hanya wing chun ) dan berdasarkan silsilah ( lineage ) sama seperti karate yg berdasarkan lineage
- IWF merupakan organisasi dari beberapa jenis kungfu yg tidak berdasarkan lineage tapi dikumpulkan dari berbagai jenis beladiri kungfu yg ada di Tiongkok pada masa itu
3. Sistem & aturan pertandingan :
Wing chun ,
- Pertandingan wing chun hampir sama dengan karate atau beladiri lainnya, ada form / taolu ( kata dalam karate ) dan chi sao atau pertarungan khas wing chun dengan tempel tangan, chi sao pada pertandingan hanya mengunakan tangan , pengunaan kaki di larang.
- Hal terpenting dari pertandingan chi sao adalah , apa yg di latih pada form wing chun bisa di pakai atau di aplikasikan dalam pertarungan ataupun pertandingan.
- Atlit wing chun bisa mengikuti turnamen form + chi sao
Wushu,
- Pertandingan Wushu ada form / taolu dan Sanda (pertarungan ) ,pada sanda pertarungan mengunakan tangan & kaki
- Pada pertarungan / sanda , apa yg telah kita latih di form wushu, belum tentu bisa di pakai atau di aplikasikan karena sanda lebih ke arah kick boxing atau tinju campuran
- Setiap atlit fokus pada spesialisasi masing2 , kalo form hanya fokus di taolu , begitu juga sebaliknya.
4. Pelatih :
Wing Chun ,
- Pelatih utama wing chun bersertifikasi VTAA atau bersertifikasi instruktur dari asosiasi di bawahnya, tetapi harus anggota VTAA
- Pelatih utama wing chun tidak harus berasal atau diutus dari VTAA atau hanya berasal dari Hongkong, tapi pelatih berkualitas Internasional bisa berasal dari semua negara dan dapat melatih di mana saja di seluruh dunia, contoh, sifu Martin Kusuma ( Indonesia ) bisa ngajar di Malaysia , Mexico bahkan mengajar di Hongkong
Wushu,
- Pelatih utama wushu berasal dari Tiongkok bahkan untuk level propinsi apalagi untuk level negara, hal ini bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia
- Tidak ada pelatih wushu asal Indonesia yg bisa mengajar atau menitih karir di wushu dunia
5. Kurikulum ;
Wing chun,
Kurikulum wing chun berdasarkan tingkatan keilmuan ( sama halnya dengan yg berlaku di karate ) dan akan di uji setiap 6 - 8 bulan latihan untuk level 1 & 2, dengan maksimum level 8
Wushu,
Setelah melewati tahap dasar maka murid akan di bagi dalam 2 kelompok yaitu khusus taolu & khusus sanda
6. Standar & penilaian pertandingan ;
Wing chun,
- Mengikuti standar pertandingan yg telah di tetapkan oleh VTAA
- Penilaian untuk form / taolu berpatokan pada filosofi wing chun & teknik wing chun, jadi ngak bisa seenaknya membuat kreasi yg tidak sesuai filosofi & teknik wing chun
- Penilaian untuk Chi Sao hanya berdasarkan teknik2 wing chun
Wushu,
- Petandingan untuk taolu & sanda mengikuti standar yang di tetapkan International Wushu Federation
jadi berdasarkan uraian diatas,jadi jelaslah perbedaan Wing Chun dan Wushu
Wing chun adalah bela diri yang berbeda dengan wushu, adapun perbedaannya adalah sebagai berikut :
1. Induk Organisasi :
Wing chun,
- Ving Tsun Athletic Association ( VTAA ) didirikan oleh Gm Ip Man & murid2 nya tgl 24 Agustus 1967 di Hongkong dan sampai saat ini masih berpusat di Hongkong
Wushu,
- International Wushu Federation ( IWF ) didirikan oleh pemerintah Tiongkok tgl 3 Oktober 1990 di Beijing Tiongkok dan sampai saat ini masih berpusat di Beijing Tiongkok
Pada masa berdirinya organisasi induk wing chun ( VTAA ) tahun 1967 , Tiongkok masih tertutup bagi segala bentuk kungfu dan beladiri di haramkan bahkan di beranggus, hal ini di mulai sejak revolusi budaya atau kemenangan komunis atas nasionalis
Jadi secara organisasi VTAA lebih tua dan berpusat di Hongkong , yang pada masa itu merupakan negara dibawa persemakmuran Inggris , VTAA juga independen artinya tidak di bawah kontrol pemerintah.
2. Sistem & aturan keilmuan :
- VTAA merupakan organisasi sejenis ( hanya wing chun ) dan berdasarkan silsilah ( lineage ) sama seperti karate yg berdasarkan lineage
- IWF merupakan organisasi dari beberapa jenis kungfu yg tidak berdasarkan lineage tapi dikumpulkan dari berbagai jenis beladiri kungfu yg ada di Tiongkok pada masa itu
3. Sistem & aturan pertandingan :
Wing chun ,
- Pertandingan wing chun hampir sama dengan karate atau beladiri lainnya, ada form / taolu ( kata dalam karate ) dan chi sao atau pertarungan khas wing chun dengan tempel tangan, chi sao pada pertandingan hanya mengunakan tangan , pengunaan kaki di larang.
- Hal terpenting dari pertandingan chi sao adalah , apa yg di latih pada form wing chun bisa di pakai atau di aplikasikan dalam pertarungan ataupun pertandingan.
- Atlit wing chun bisa mengikuti turnamen form + chi sao
Wushu,
- Pertandingan Wushu ada form / taolu dan Sanda (pertarungan ) ,pada sanda pertarungan mengunakan tangan & kaki
- Pada pertarungan / sanda , apa yg telah kita latih di form wushu, belum tentu bisa di pakai atau di aplikasikan karena sanda lebih ke arah kick boxing atau tinju campuran
- Setiap atlit fokus pada spesialisasi masing2 , kalo form hanya fokus di taolu , begitu juga sebaliknya.
4. Pelatih :
Wing Chun ,
- Pelatih utama wing chun bersertifikasi VTAA atau bersertifikasi instruktur dari asosiasi di bawahnya, tetapi harus anggota VTAA
- Pelatih utama wing chun tidak harus berasal atau diutus dari VTAA atau hanya berasal dari Hongkong, tapi pelatih berkualitas Internasional bisa berasal dari semua negara dan dapat melatih di mana saja di seluruh dunia, contoh, sifu Martin Kusuma ( Indonesia ) bisa ngajar di Malaysia , Mexico bahkan mengajar di Hongkong
Wushu,
- Pelatih utama wushu berasal dari Tiongkok bahkan untuk level propinsi apalagi untuk level negara, hal ini bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia
- Tidak ada pelatih wushu asal Indonesia yg bisa mengajar atau menitih karir di wushu dunia
5. Kurikulum ;
Wing chun,
Kurikulum wing chun berdasarkan tingkatan keilmuan ( sama halnya dengan yg berlaku di karate ) dan akan di uji setiap 6 - 8 bulan latihan untuk level 1 & 2, dengan maksimum level 8
Wushu,
Setelah melewati tahap dasar maka murid akan di bagi dalam 2 kelompok yaitu khusus taolu & khusus sanda
6. Standar & penilaian pertandingan ;
Wing chun,
- Mengikuti standar pertandingan yg telah di tetapkan oleh VTAA
- Penilaian untuk form / taolu berpatokan pada filosofi wing chun & teknik wing chun, jadi ngak bisa seenaknya membuat kreasi yg tidak sesuai filosofi & teknik wing chun
- Penilaian untuk Chi Sao hanya berdasarkan teknik2 wing chun
Wushu,
- Petandingan untuk taolu & sanda mengikuti standar yang di tetapkan International Wushu Federation
jadi berdasarkan uraian diatas,jadi jelaslah perbedaan Wing Chun dan Wushu
Rabu, 07 Maret 2018
PERTANDINGAN FORM WINGCHUN DI O2SN KECAMATAN SUBAH 2018
Dalam rangka memeriahkan kegiatan Olimpiade Olah Raga Siswa ditingkat kecamatan Subah pada tahun 2018, maka Timwc Subah bekerja sama dengan Panitia O2SN Kecamatan subah berhasil memasukkan cabang olah raga Wingchun didalam serangkaian cabang - cabang olah raga yang dipertandingkan.
Walaupun belum berjenjang, masih ditingkat kecamatan, tetapi ini sudah sebuah langkah baik, dimana keberadaan siswa yang mengikuti olah raga wingchun sudah cukup banyak dikecamatan Subah.
Hal ini disebabkan karena andil dari Tradisional Ip Man Wingchun Cabang Subah yang terus mengembangkan sayapnya. dengan mempertandingkan kelas Form / taoulu, para siswa bertanding dengan penuh semangat melakukan gerakan - gerakan form wingchun dengan baik.
Semoga hal ini akan semakin menambah gairah dan semangat perkembangan wingchun di Kabupaten Sambas.
Walaupun belum berjenjang, masih ditingkat kecamatan, tetapi ini sudah sebuah langkah baik, dimana keberadaan siswa yang mengikuti olah raga wingchun sudah cukup banyak dikecamatan Subah.
Hal ini disebabkan karena andil dari Tradisional Ip Man Wingchun Cabang Subah yang terus mengembangkan sayapnya. dengan mempertandingkan kelas Form / taoulu, para siswa bertanding dengan penuh semangat melakukan gerakan - gerakan form wingchun dengan baik.
Semoga hal ini akan semakin menambah gairah dan semangat perkembangan wingchun di Kabupaten Sambas.
Senin, 27 November 2017
TURNAMEN WINGCHUN NASIONAL 2017
Turnamen Wingchun Nasional Tahun 2017 kembali di gelar di pulau Dewata Bali, dengan diikuti oleh 20 Provinsi di Indonesia. dengan mempertandingkan banyak kelas baik form, maupun fighting.
Termasuk juga dari Federasi Wingchun Sambas juga mengirimkan atlitnya yang dalam hal ini langsung diwakili oleh Bapak armansyah yang ikut dalam kategori form Biu Jie sebagai satu - satunya atlit dari Sambas.
Dalam pertandingan ini, Atlit sambas baru berhasil menduduki peringkat ke - 4 dari kategori form tersebut, dengan demikian diharapkan pada turnamen nasional 2018 di jogyakarta bisa lebih baik lagi prestasinya.
Termasuk juga dari Federasi Wingchun Sambas juga mengirimkan atlitnya yang dalam hal ini langsung diwakili oleh Bapak armansyah yang ikut dalam kategori form Biu Jie sebagai satu - satunya atlit dari Sambas.
Dalam pertandingan ini, Atlit sambas baru berhasil menduduki peringkat ke - 4 dari kategori form tersebut, dengan demikian diharapkan pada turnamen nasional 2018 di jogyakarta bisa lebih baik lagi prestasinya.
TURNAMEN WINGCHUN ANTAR SEKOLAH SUBAH
Pada tanggal 31 Oktober 2017, Tradisional Ip Man Wingchun cabang Subah yang merupakan cabang khusus sekolah, kembali melaksanakan Turnamen Cabangnya yang diikuti oleh anggota dari perwakilan 4 sekolah dasar di Kecamatan Subah.
Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dengan mempertandingkan kelas khusus Form Siu Lim Tao. dengan kategori putra dan putri.
Pertandingan berjalan dengan lancar dan menghasilkan para juara - juara baru yang nantinya diharapkan dapat dipersiapkan untuk menghadapi turnamen wingchun selanjutnya ditahun 2018.
Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dengan mempertandingkan kelas khusus Form Siu Lim Tao. dengan kategori putra dan putri.
Pertandingan berjalan dengan lancar dan menghasilkan para juara - juara baru yang nantinya diharapkan dapat dipersiapkan untuk menghadapi turnamen wingchun selanjutnya ditahun 2018.
Langganan:
Postingan (Atom)




















